Senin, 07 Oktober 2013

Laporan Praktikum II_Minggu ke-1, 2 dan 3_Arini Dyinil Haq

Praktikum II
Laporan Mingguan
Ke 1



Nama : Arini Diynil haq
NPM : 1006693994
Nama Lembaga : Perkumpulan Keluarga Peduli Pendidikan (KerLip)
Alamat Lembaga : Wisma Kodel, lantai 11, Kuningan, Jakarta Pusat.
Supervisor Sekolah : Bagus Aryo
Supervisor Lembaga : Nura Jamil


Program Sarjana Ilmu Kesejahteraan Sosial
FISIP UI
Depok, 2013


A. Pendahuluan
Praktikum minggu pertama dimulai pada tanggal 4 September 2013. Kegiatan praktikum bertempat di Perkumpulan Keluarga Peduli Pendidikan (KerLiP) yang beralamat di Wisma Kodel Lt. 11, Kuningan, Jakarta. Hari pertama praktikum, praktikan mendapatkan penjelasan mengenai profil lembaga oleh supervisor lembaga. Hari berikutnya, praktikan bertemu dengan kepala lembaga membicarakan rencana kerja yang akan praktikan lakukan selama praktikum di KerLiP dan juga diminta menjadi perwakilan lembaga untuk menghadiri undangan-undangan seminar.

B. Isi laporan
Hari Pertama
Hari pertama praktikum dimulai pada Hari Rabu tanggal 4 September 2013. Praktikan bertemu dengan Supervisor kami yang bernama Fitri. Ia merupakan Direktur Badan Otonom KerLip, yaitu Green Smile Inc yang ditunjuk oleh kepala lembaga kami yang bernama Bu Yanti untuk menjadi supervisor kami. Praktikan dijelaskan mengenai seluk beluk KerLip dan tugas-tugas yang dibebankan kepada praktikan selama praktikum di KerLiP dalam 4 bulan kedepan. Berikut ini merupakan profil lembaga KerLiP :
Perkumpulan keluarga Peduli Pendidikan (KerLiP) dibentuk tahun 1995 di Bandung. Pada awal berdirinya, perkumpulan ini mengembangkan model- model pendidikan berprogram khas di jalur pendidikan formal, nonformal dan informal. Prinsip kepentingan terbaik bagi anak dan perempuan terus menerus diteliti dan dikembangkan terutama terhadap untuk mendorong pemenuhan hak atas pendidikan dan perlindungan hak anak terutama dari keluarga dan komunitas yang terpinggirkan.
KerLiP mulai menggiatkan Sepekan Aksi Pendidikan Untuk Semua di kota Bandung sejalan dengan prakarsa Global Campaign for Education pada tahun 2002. Tujuan kampanye Pendidikan Untuk Semua adalah mendorong pemerintah dan pemerintah daerah untuk menyediakan anggaran yang memadai dalam memenuhi hak konstitusional rakyat Indonesia terkait 6 target dalam Kerangkan Kerja Dakkar mengenai Pendidikan Untuk Semua. Kampanye dan Advokasi Pendidikan Untuk Semua menghubungkan KerLiP dengan para pemangku kepentingan pendidikan di tingkat kota, provinsi, nasional, regional, bahkan global.
Seiring dengan berkembangnya kemitraan dengan keluarga dan komunitas di daerah bencana pasca tsunami Aceh, KerLiP mengembangkan model pendidikan Lingkungan Hidup dan Bencana. Hal ini merupakan tindakan dalam menyikapi kondisi ekploitasi lingkungan hidup yang semakin masif dan bencana yang menelan korban terutama pada usia anak di seluruh Indonesia serta peran penting pendidikan dalam peningkatan kemampuan masyarakat termasuk perempuan dan anak dalam upaya pengurangan risiko bencana.
Keterlibatan KerLiP didalam penanggulangan bencana sejak pasca bencana Tsunami di Aceh, Tsunami Pangandaran Jawa Barat dan DKI Jakarta, Gempa Jogjakarta, Gempa Sumatera Barat, Banjir Jakarta, serta Gempa Tasikmalaya Jawa Barat dan DKI Jakarta dalam bentuk bantuan peningkatan kapasitas lokal, pengiriman bantuan spesifik perempuan dan anak sekolah, dan batuan kemanusiaan lainnya. Sejak tahun 2009 KerLiP berjejaring dengan para pelaku penanggulangan bencana dengan menjadi anggota Presidium Konsorsium Pendidikan Bencana dan Kordinator Bidang Pendidikan dan IPTEK Platform Nasional Pengurangan Resiko Bencana. Dalam upaya mendorong pengurangan resiko bencana di pendidikan kami mendorong penerapan sekolah/madrasah aman dari bencana terintegrasi dengan model-model Pendidikan Ramah Anak lainnya.Seluruhnya merupakan pengalaman yang sangat berharga, untuk menumbuhkembangkan gagasan, ide dan pemikiran kedalam suatu tindakan didalam upaya pencapaian Visi dan Misi Gerakan.
Program Prioritas Perkumpulan KerLiP Tahun 2013
1. Kampanye dan Advokasi Sekolah/Madrasah Aman
a. Menjadikan Anak dan Yang Muda Mitra dalam Penerapan Sekolah Aman melalui GERA SHIAGA
b. Ujicoba Juknis monev sekolah/madrasah aman dari bencana terhadap foto-foto hasil rehab 132.317kelas rusak berat di SD dan 41.027 di SMP serta 7.081 MI di seluruh Indonesia
c. Penobatan Duta Anak untuk Sekolah/Madrasah Aman dari Bencana
d. Pelembagaan Sekretariat Nasional Sekolah Aman
e. Penyusunan Panduan Monitoring dan Evaluasi Sekolah Aman dari Bencana
f. Roadshow GERA SHIAGA
g. Seminar Internasional Sekolah Aman, Sehat, Hijau, Inklusi dan Ramah Anak dengan dukungan Keluarga
h. Talkshow Sekolah/Madrasah Aman dari Bencana dalam Arsitektur Expo UPI Bandung
i. Penerapan GERASHIAGA di Madrasah
j. Penerapan Sekolah Ramah Anak
k. Finalisasi penyusunan Pedoman Pembangunan da pengembangan MAN IC
l. Penyusunan Road Map PMU di Madrasah
m. Penyusunan Program Sekolah Akhir Pekan
n. Penyusunan Pedoman Penerapan Sekolah Aman dari Bencana di Pendidikan Menengah
o. Panduan Pendidikan PRB diSMA
p. Panduan Pendidikan PRB di SMLB
2. Gerakan Membangun Indonesia Ramah Anak (GeMBIRA) bersama KerLiP
a. Youth Evacuation Simulation (YES)for Safer School/Madrasah
b. Obrolan Pendidikan Ramah Anak (OPERA) di sekolah/madrasah
c. Obrolan Kesehatan Terpadu Ramah Anak (ORKESTRA) di Posyandu
d. GeMBIRA bersama KerLiP di Car Free Day :

3. Rekrutmen dan Peningkatan Kapasitas Sahabat KerLiP
b. Pendampingan penyusunan workplan mahasiswa dan siswa magang terintegrasi dg program prioritas KerLiP
c. Penerimaan mahasiswa dan siswa magang
d. Penempatan fasilitator sebaya terhadap mahasiswa magang
e. pendampingan penyusunan dreams board da rencana aksi nyata
f. peningkatan partisipasi sobat- sobat muda KerLiP dalam workshop, training, seminat,rapat koordinasi,networking, forum kerjasama KerLiP denganberbagai pihak
g. pengumpulan laporan mingguan serta rencana mingguan dalam format dan waktu yang disepakatibersama
h. pembentukan tim adhoc partisipatif dalam setiap event
i. mediasi aktif untuk peningkatan kompetensi relawan
j.Safer culture exchange program
k. pelatihanfasilitator
4. Penguatan Jejaring dan kemitraan dalam mendukung kerja-kerja advokasi, Pendampingan dan pelaksanaan program Perkumpulan KerLiP :
a. Partisipasi dalam ngabandungan dengan walikota Bandung
b. Pendampingan pelembagaan GSB di SMAN 8 atas prakarsa Arlian
c. Pendampingan Penerapan GERA SHIAGA di SMAN 1 kota Bandung, MAN Insan Cendikia Serpong, Ditma Kanwil Jabar, MAN 1 Kota Bandung
d. piloting program IDAMAN melibatkan multipihak


Hari Kedua
Hari kedua praktikum berlangsung pada Hari Jumat Tanggal 6 September 2013. Hari ini Praktikan memulai praktikum pada siang hari, karena ada jadwal kuliah pada hari Jumat. Kegiatan praktikan pada hari itu adalah bertemu dengan kepala lembaga mengenai rencana kegiatan praktikum selama di Kerlip dan tuga-tugas yang diberikan kepada kami oleh lembaga.
Kepala lembaga kami, memberitahu mengenai kegiatan utama yang sedang dilakukan KerLip antara lain sinkronisasi kebijakan terkait nota kesepahaman 7 menteri dalam program sekolah ramah anak, lalu pilot project madrasah ramah anak di MAN Insan Cendekia Serpong, serta YES at Safer School.Kami diminta untuk membuat workplan atau gambaran kasar mengenai program apa yang kami inginkan. Saya konsen ke bidang kesehatannya, dan workplan yang saya buat adalah membuat program sekolah sehat di sekolah yang akan menjadi target sasaran saya. Azizah memilih YES at School yang akan dilaksanakan di SLB yang menjadi target sasarannya. Sedangkan Marcha ingin membuat program PRB di MAN IC Serpong dan Fida pengembangan ketahanan keluarga melalui pemuda.

Hari Ketiga
Kegiatan praktikum pada tanggal 11 September 2013. Praktikan dan ketiga rekan praktikan menghadiri workshop mengenai penanggulangan bencana di tingkat lokal yang diselenggarakan oleh JICA (Japan International Cooperation Agency). Workshop tersebut diadakan di Gedung Sentral Senayan II. Kegiatan dimulai dengan sambutan oleh perwakilan dari JICA Indonesia dan BNPB. dimulai pada pukul 09.30 diawali dengan sambutan dari Bapak Aratsu dari JICA dan Bapak Sugeng dari Indonesia yang diwakili BNPB. Organisasi-organisasi yang hadir berasal dari Jepang dan Indonesia antara lain adalah dari WASEND, Japan Redcross, Japan Foundation, FMWW, Enginers without Borders, KerLip, URDI (Urban and regional Development Intitut, MPBI ( Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia), BDSG (Bandung Disaster Study Group), dll.
Selanjutnya dimulai dengan pengenalan mengenai program manejemen bencana di tingkat lokal yang dilakukan Jepang di Indonesia. WASEND dan BDSG yang pertama kali melakukan presentasi mengenai program kerjasama mereka yang bernama Youth Exchange Program in DRR (Disaster Risk Reduction). Terdapat 4 sub program, yaitu homestay di rumah-rumah warga, melakukan kunjungimana menyelamatkan diri jika terjadi bencana kepada anak-anak (meningkatkan kesadaran anak), dan membagikan informasi mengenai penanggulangan benacana ke masyarakat. WASEND terdiri dari beberapa mahasiswa Universitas Waseda di Tokyo. Sedangkan BDSG (Bandung Disasater Studies Group) adalah perkumpulan mahasiswa ITB. Kedatangan Wasend sendiri ke Indonesia ialah untuk melakukan program DRR didaerah Yogyakarta, dengan penyelenggaranya adalah BDSG.
Setelah WASEND, presentasi dilanjutkan oleh perwakilan dari Japan Foundation yang bernama Ms.Ai Goto. Ia memaparkan mengenai program Kizuna Project. Kizuna project adalah program dari Japan Foundation yang ditujukan untuk mahahasiswa Indonesia yang ingin belajar mengenai sistem penanggulanagan benacana di Jepang. Segala biaya dan akomodasi ditanggung oleh Japan Foundation. Namun, untuk mengikuti progam tersebut, harus mengikuti seleksi yang cukup ketat. Sedangkan Radio FMYY memaparkan tentang kegiatan radio yang berbasis komuntas asal Jepang tersebut di Indonesia. kegiatan yang dilakukan radio FMYY antara lain ialah promosi pendidikan kebencanaan, mengabarkan kepada masyarakat terkait kegiatan mitigasi, gawatdarurat, hingga rehabilitasi dan rekonstruksi yang terjadi diwilayah mereka maupun wilayah lain. Sementara ini radio FMYY berada di Yogyakarta disekitar Gunung Merapi.
Presentasi oleh PT Hitachi berkaitan dengan teknologi dan sistem kerja mesin. Hitachi memiliki terobosan inovasi dimana hal tersebut dapat terhubung dengan cepat dan siapa saja bisa memberikan peringatan dini jika bencana akan terjadi. Teknologi tersebut bernama CMS (Content Management System)ini seperti server yang saling terhubung mulai dari BNPB, Kominfo, BMVKG, stasiun televisi, hingga TOA masjid dilingkungan masyarakat. Dimana jika salah satu server menekan tombol atau BMVKG menangkap adanya bahaya maka secara otomatis sistem peringatan dini berbunyi di TOA masjid secara otomatis dengan rekaman yang disesuaikan serta memberitahu pihak-pihak terkait yang memiliki CMS. Perbedaannya adalah untuk melaporkan terkait perkembangan terbaru tidak perlu menghubung satu per satu lembaga tetapi cukup kirim melalui server dan akan terbagi keseluruh pihak terkait yang memiliki CMS, selain itu CMS juga akan otomatis akan memberikan peringatan melalui televisi. CMS sendiri menggunakan tenaga surya, dan sudah diujicobakan namun masih dalam proses kerjasama dengan pemerintah Indonesia.

Presentasi selanutnya dari Palang merah Jepang dan PMI yang memiliki kegiatan di Banten. Kegiatannya adalah melakukan pemberdayaan komunitas untuk meningkatkan kemampuan dalam menghadapai dampak dari benacara dai sisi kesehatannya.
Setelah beberapa lembaga tersebut memaparkan mengenai program-programnya, dilanjutkan dengan diskusi panel. Hasil dari sikusi panel tersebut adalah identifikasi tantangan dan penanaman nilai dari hubungan Jepang-Indonesia dalam kerjasama di level lokal manajemen bencana, apa yang bisa dicapai dari kerjasama internasional khususnya antara Jepang-Indonesia, serta melangkah maju untuk dampak berkelanjutan yang lebih baik melalui ide-ide dan strategi.


Hari Keempat
Kegiatan praktikum berlangsung pada tanggal 12 September 2013. Praktikan pergi ke wisma kodel di kuningan untuk bertemu dengan supervisor lembaga. Hari itu saya datang terlambat ke kantor. Sesampainya disana, rekan praktikan lainnya, yao=itu Azizah dan Fida sudah hadir terlebih dahulu. Mereka juga sudah berbincang-bincang mengenai progress workplan mereka bersama supervisor.
Praktikan belum merampungkan rencana kerjanya, saya pun banyak bertanya mengenai program kesehatan apa saja yang pernah dilaksanakan oleh KerLip. Ia bercerita bahwa, kerLiP menjadi fasilitator di SMP 11 Bandung dimana anak-anak tersebut membuat program Jamban Bersih Sehat di sekolah tersebut yang diinisiasi oleh murid-murid SMP 11 itu sendiri. Selain itu, Kerlip juga pernah mengadakan pelatihan untuk kader-kader posyandu di Cianjur. Supervisor kami pun juga menanyakan mengenai apa yang kami dapatkan ketika menghadiri workshop di JICA. Setelah melakukan supervisi, kami pun isitirahat makan siang dan kembali merampungkan rencana kerja masing-masing praktikan.

C. Penutup
Selama 4 hari praktikan menjalani praktikum di KerLiP, praktikan mendapatkan sedikit gambaran mengenai lembaga KerLiP. Praktikan juga sudah mulai menyusun rencana kerja masing-masing. Kegiatan yang akan praktikan lakukan pada minggu kedua adalah menghadari workshop/seminar/forum kajian yang mengundang KerLip.


Minggu ke-2

A. Pendahuluan
Praktikum minggu kedua dimulai pada tanggal 17 September 2013 sampai 22 september 2013. Kegiatan praktikum bertempat di Perkumpulan Keluarga Peduli Pendidikan (KerLiP) yang beralamat di Wisma Kodel Lt. 11, Kuningan, Jakarta. Hari pertama pada minggu kedua, kegiatan praktikum adalah menghadiri Forum Kajian Pembangunan di LIPI dan rapat koordinasi mengenai acara bulan PRB Nasional di Lombok dan pembahasan mengenai Sekolah Aman di kantor Save The Children. Hari berikutnya, praktikan pergi ke SMAN 13 Jakarta untuk melakukan engagement dengan pihak sekolah terkait pilot project untuk pendidikan PRB di Jakarta. Hari ketiga, melakukan supervise dengan supervisor lembaga, dan haroi keempat melakukan kampanye di Car Free Day Dago, Bandung.

B. Isi laporan
Hari Pertama
Hari pertama praktikum pada minggu kedua jatuh pada tanggal 17 september 2013. KerLip diundang untuk menghadiri Forum Kajian Pembangunan dengan LIPI sebagai tuan rumah. Praktikan diminta oleh kepala lembaga untuk mewakili KerLip untuk hadir sebagai peserta forum kajian tersebut. Saya dan teman praktikum saya yang bernama Fida Iyun yang pergi ke forum kajian tesebut. Forum tersebut mulkai pada pukul 09.00- 11.30 WIB. Topik pada hari itu adalah tentang BLSM; desain, masalah, dan solusi-solusi yang memungkinkan yang dipaparkan oleh Ari Perdana dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan 2013 (TNP2K). Selain itu membicarakan tentang dampak dari jaminan asuransi kesehatan universal di sumatera selatan oleh Ari Kuncoro (LLPEM-FEUI).
Pembicara dari TNP2K mengulas mengenai program BLSM serta keadaan yang terjadi di lapangan ketiaka BLSM tersebut disalurkan ke masyarakat. Banyaknya kesalahan yang terjadi seperti kesalahan dalam menyalurkan dana BLSM ke orang yang benar-benar membutuhkan (mistargeting). Salah satu faktor yang menyebabkan hal tersebut seperti banyaknya karakteristik yang serupa untuk menentukan siapa penerima BLSM. Seharusnya dibutuhkan lebih dari 1 indikator untuk menentukan penerima BLSM. Selain itu, kesalahan dalam mengumpulkan data siap saja yang berhak menerima BLSM. Kesalahan dalam pengumpulan data tersebut bisa dikurangi apanila dilakukannya musyawarah desa/kelurahan untuk mendapatkan informasi yang tepat untuk mengetahui siapa saja yang berhak menerima BLSM.Pembicara (Ari Perdana) mengatakan bahwa akan terus dilakukan perbaikan dalam pelayanan pemberian BLSM kepada masyarakat. Namun banyak peserta forum kajian tersebut yang menanyakan mengapa harus menggunakan


Setelah menghadiri Forum kajian Pembangunan, praktikan menghadiri pertemuan di kantor Save The Children.Pertemuan tersebut berlangsung dari pukul15.00 sampai 17.30 WIB. Pertemuan ini diadakan dalam rangka sharing rencana kegiatan pelaksanaan Bulan PRB yang diadakan oleh BNPB pada tanggal 7-11 Oktober 2013 di NTB dan identifikasi rencana rekan-rekan NGOs dalam mendukung kegiatan tersebut. Selain itu juga, sharing informasi terkait dengan perkembangan kegiatan dan kebijakan pendidikan dalam situasi bencana atau implementasi Sekolah Aman.


Hari Kedua
Praktikum pada tanggal 18 September 2013. Praktikan bersama dengan rekan praktikan lainnya yaitu, Azizah dan Fida pergi ke SMAN 13 Jakarta untuk meminta izin melakukan kerjasama dengan pihak sekolah untuk membuat program pendidikan pengurangan risiko bencana (PRB) di sana.
Pada pagi hari sekitar pukul 09.00, saya pergi dari rumah menuju daerah Jakarta Utara, tepatnya ke SMAN 13 Jakarta. Sekitar pukul 10.00 saya sampai, dan bersama rekan saya menuju ruangan Wakasek Kesiswaan yang bernama Ibu Eni. Namun pada hari itu, tampak para guru sedang berkumpul di ruangan tersebut melakukan persiapan untuk acara pramuka yang pada keesokan harinya. Tentu saja kami harus menunggu mereka sampai selesai. Cukup lama kami menunggu guru tersebut menyelesaikan urusannya, setelah itu kami pun diajak untuk mengobrol. Teman saya, yaiitu Azizah yang merupakan almumni SMAN 13 lah yang menjadi jubir kami saat itu. Ia pun menjelaskan maksud dan tujuan kami untuk melakukan piloting program sekolah aman di sana. Ibu Eni pun menyetujui usulan kami tersebut, dengan alasan sekolah tidak mengganggu jam pelajaran murid sehingga kami diperbolehkan untuk melakukna kegiatan setiap hari Rabu. Azizah juga menjelaskan bahwa kami akan melakukan pengajuan proposa;l bantuan dana pendidiakn dari Dikmen PPKLK. Pihak sekolah pun menyetujui untuk membantu dalam kelengkapan administrasinya. Setelah berbicara dengan wakasek kesiswaan tersebut, kami pun memnaggil para calon ketua OSIS, Ketua PMR dan Ketua Pramuka untuk membicarakan atau menjelaskan mengenai program yang akan kami lakukan disana yang akan melibatkan mereka juga.
Setelah melakukan perbincangan dengan murid-murid tersebut, kami bertiga pun melakukan diskusi kembali. Hasilny adalah Fida yang akan betanggung jawab terhadap piloting di sekolah tersebut. Inti dari kedatangan kami ke SMAN 13 Jakarta adalah kami menawarkan kerjasama dengan pihak sekolah untuk mengadakan kegiatan pendidikan PRB di SMAN 13 jakarta. Nantinya kami yang menjadi fasilitator dalam program tersebut. Pihak sekolah hanya menyediakan tempat, peralatan yang dibutuhkan dan menyediakan waktu dan tempat apabila mengadakan suatu kegiatan dalam rangka PRB di sekolah, seperti pelatihan, simulasi evakuasi ketika terjadi bencana di sekolah dan lain-lain.

Hari Ketiga
Praktikum pada tanggal 19 September 2013. Praktikan bertemu dengan Supervisor lembaga yang bernama Nuraisa Jamil untuk melakukan supervisi. Praktikan bertemu di Perpustakaan Pusat UI. Supervisi dihadiri oleh praktikan sendiri dan rekan praktikan yang bernama Marcha. Supervisor kami, menanyakan mengenai progress workplan masing-masing. Saya pun memberi tahu mengenai workplan saya yang mengalami perubahan. Ia juga mulai menugaskan kami untuk secara bergantian piket ke kementerian-kementerian untuk mengkonfirmasi mengenai Nota Kesepahaman oleh 7 Menteri mengenai Sekolah Aman yang diprakarsai oleh KerLiP..

Hari keempat
Praktikum berlangsung pada tanggal 22 September di Car Free Day Dago. Praktikan melakukan sosialisasi mengenai lembaga KerLiP, melakukan aktivitas bersama dengan siswa dampingan KerLip, yaitu SMAN 8 Bandung. Aktivitas yang kami lakukan adalah melakukan kampanye yang diusung oleh UNOCHA dalam memperingati hari kemanusiaan dunia. Kami mengajak para pengunjung Car Free Day Dago untuk menuliskan opini mereka mengenai apa yang dibutuhkan dunia saat ini. Opini-opinbi mereka dituliskan di secarik kertas, lalu kertas sebut kan ditempelkan di kain yang kami pajang di pinggir jalanan CFD tersebut. Selain melakukan kampanye hari kemanusiaan sedunia. Kami juga membawa permainan anak-anak yaitu ular tangga yang bertujuan untuk mengajak anak-anak disekitaran CFD Dago untuk bermain bersama. Ulartangga yang kami bawa berbeda dengan ular tangga yang biasa dimainkan opleh anak-anak. Ular tangga tersebut berukuran sangat besar. Sehingga cara bermainnya dengan diri kita sendiri yang melangkah diatas bidang ular tangga tersebut. Ular tangga tersebut mengajarkan nilai-nilai baik untuk anak-anak. Di kotak-kotaknya tertulis pesan-pesan moral seperti, jangan mencontek, hormati guru, dan laimsebagainya.

C. Penutup

Selama 4 hari praktikan menjalani praktikum di KerLiP, praktikan mendapatkan berbagai informasi mulai dari kajian pembangunan mengenai BLSM, jaminan asuransi kesehatan, melihat langsung bagaimana rapat koordinasi berbagai NGO untuk melaksanakan suatu kegiatan, melakukan engagement dengan pihak sekolah. Untuk kegiatan praktikum pada minggu selanjutnya, praktikan akan mewakili KerLip dalam rapat koordinasi selanjutnya di Save the children, pergi ke kemendikbud untuk follow-up mengenai kehadiran Dirjen Dikmen dan Dirjen Dikdas dalam acara bulan PRB Nasional di NTB.


Minggu ke-3

A. Pendahuluan
Praktikum minggu ketiga dimulai pada tanggal 23 September 2013 sampai 26 september 2013. Kegiatan praktikum bertempat di Perkumpulan Keluarga Peduli Pendidikan (KerLiP) yang beralamat di Wisma Kodel Lt. 11, Kuningan, Jakarta. Hari pertama pada minggu ketiga, kegiatan praktikum adalah pergi ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk melakukan follow-up terkait kehadiran Dirjen Pendidikan Dasar (Dikdas), Dirjen Pendidikan Mengengah (Dikmen) sebagai pembicara dalam rangkaian acara Hari Peringatan Bulan PRB Nasional yang diadakan oleh BNPB, selain itu juga mealkukan follow-up mengenai surat edaran Yes For Safer School dan kepastian melakukan audiensi terkait kegiatan YES at safer school. Hari berikutnya, praktikan mengikuti rapat koordinasi lanjutan di kantor Childfund Internasional. Hari ketiga, praktikan kembali ke kemendikbud untuk melakukan follow up. Praktikum hari keempat adalah praktikan pergi ke SMAN 13 Jakarta untuk bertemu dengan para pengurus OSIS, Pramuka dan PMR untuk membicarakan persiapan pilot project disana.

B. Isi laporan
Hari Pertama
Hari pertama praktikum pada minggu ketiga jatuh pada tanggal 23 september 2013. Praktikan pergi ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk melakukan follow-up terkait kehadiran Dirjen Pendidikan Dasar (Dikdas), Dirjen Pendidikan Mengengah (Dikmen) sebagai pembicara dalam rangkaian acara Hari Peringatan Bulan PRB Nasional yang diadakan oleh BNPB, selain itu juga mealkukan follow-up mengenai surat edaran Yes For Safer School.
Praktikan pergi ke daerah Jakarta Pusat, tepatnya Jl. Jend. Sudirman. Sesampainya di Kemendikbud, praktikan langsung menuju Gedung D Lantai 11, tempat Direktorat Pendidikan Menengah. Seperti yang diamanatkan oleh Kepala lembaga (Bu Yanti) pada hari sebelumnya, yaitu mendatangi staff Dirjen Dikmen dan Dikdas untuk melakukan follow up terkait surat edaran yang harus disebarkan ke sekolah-sekolah agar sekolah tersebut berpartisipasi dalam kegiatan Yess for Safer School. Selain itu saya juga diminta untuk meminta konfirmasi beilau apakah dapat menghadiri kegiatan di NTB sebagai narasumber/pembicara di acara Hari Peringatan Bulan PRB Nasional.
Staff Dirjen Dikmen yang saya temui saat itu bernama Mba Anisa, saya pun menyampaikan maksud ke datangan saya kesana. Ia awalnya agak bingung mengenai apa yang saya maksud mengenai surat edaran. Ia pun menanyakan mengenai nomor surat edaran yang sudah KerLip kirimkan kesana. Saya yang saat itu langsung menghubungi supervisor saya untuk menanyakan mengenai nomer surat edaran tersebut, karena staff tersebut lupa menyimpannya dimana. Namun ketika saya sedang sibuk menghubungi supervisor saya, Staff tersebut akhirnya menemukan surat permohohan surat edaran yang dikirimkan oleh KerLip mengenai Youth Evacuation Simulation (YES) at Safer School agar Dirjen Dikmen dan Dikdas mengirimkan surat edaran tersebut ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia untuk melakukan kegiatan Satu Jam Simulasi Evakuasi gempa bumi secara serentak yang direncanakan, dilakukan dan dilaporkan oleh anak pada tanggal 9 Oktober nanati yang bertepatan dengan Hari PRB Nasional.
Selain surat edaran, saya juga meminta staff tersebut untuk mencari jadwal untuk dilakukannya audiensi terkait YES for safer Schhol, namun sataff tersebut belum bisa memastikan kapan audiensi akan dilakukan karena pak Dirjen Dikmen sedang berada diluar kota. Setelah dari DIrjen Dikmen saya berpindah ke Gedung E Dirjen Dikdas. Saya menunggu cukup lama untuk bertemu dengan staff Dirjen Dikdas (Mba Adis). Hal yang sama yang saya tanyakan ke staff Dirjen Dikmen saya sampaikan kembali ke staff tersebut. Ia juga belum dapt member kepastian kapan audiensi dilakukan dan kepastian mengenai kehadiran dirjen Dikdas dalam acara di NTB tersebut.
Hari Kedua
Pada tanggal 24 September 2013, praktikan menghadiri rapat koordinasi terkait kegiatan Hari PRB Nasional di NTB (Lombok). Praktikan pergi bersama rekan praktikan yang bernama Marcha. Saat itu yang hadir dalam rapat koordinasi hanya dari Mba Yuni dariSave The Children yang diwakili oleh Mba Yuni, Mas Rudi dari Childfund International, dan Mas Iskandar dari Dompet Dhuafa.
Kami telat hadir pada rapat koordinasi tersebut. Sebelumnya mereka sudah membicarakan mengenai revisi ToR kegiatan pada tanggal 10 Oktober nanti.
Saya pun melaporkan hasil yang saya dapatkan ketika pergi ke Kemendikbud kemarin bahwa dirjen dikmen dan dirjen dikdas belum bisa memastikan apakah bisa pergi ke NTB untuk menghadiri hari peringatan bulan PRB Nasional tersebut. Mba Yuni meminta saya untuk disampaikan ke kepala lembaga agar konfirmasi keberangkatan beliau ke Lombok pada tanggal berapa, selain itu juga mba Yuni ingin perwakilan dari Dikdas agar dikurangi saja dari 3 orang menjadi 1 orang (hanya pak Dirjen Dikdas saja) apabila memungkinan agar tiket yang seharusnya untuk perwakilan dari dikdas bisa dialokasikan ke yang lain. Kami juga diminta untuk melakukan konfirmasi ulang ke kemindukmbud dan memberikan kepastian pada hari jumat besok.
Hari ketiga
Kegiatan praktikum pada tanggal 25 September 2013 adalah praktikan hanya melakukan follow up ke Kemendibud khusunya dirjen DIkmen dan Dirjen Dikdas seprti yang telah dilakukan pada hari sebelumnya pada tanggal 23 sepetember. Namun, hanya dari pihak Dirjen Dikmen yang sudah konfirmasi bahwa beliau tidak bisa hadir dalam acara hari peringantan bulan PORB Nasional di Lombok, dan diwakilkan oleh Direktorat PKLK. Sedangkan dari pihak Dirjen Dikdas, staffnya memberitahu bahwa pak Dirjen Dikdas baru bisa memastikan berangkat atau tidakny pada H-1 sebelum hari H kegiatan di Lombok tersebut.
Hari Keempat
Kegiatan praktikum pada tanggal 26 September 2013 berlangsung di SMAN 13 Jakarta. Hari itu saya janjian tengan rekan praktikan saya, yaitu Azizah dan Fida untuk bertemu dengan para pengurus OSIS, Pramuka, dan PMR untuk membicarakan terkait kegiatan program yang akan kami lakukan di sekolah tersebut.
Pada jam isitirahat murid, kami meminta perwakilan dari OSIS, Pramuka, dan PMR untuk berkumpul di depan ruang wakasek. Kami pun membicarakan mengenai rencana akan melakukan roadshow pada tanggal 3 oktober nanti. Dimana akan memberikan pengetahuan mengenai kebencanaan dan pengurangan risiko bencana kepada mereka sebagai bagaian dari rangkaian kegiatan program pendidikan pengurangan risiko bencana yang akan kami lakukan di SMAN 13 Jakarta.
Kami meminta ketua OSIS yang baru terpilih, untuk mengumpulkan perwakilan dari beberapa ekstrakulikuler di SMA 13 untuk hadir pada hari kamis tanggal 3 oktober nanti. Mereka juga kami minta untuk mengirim timeline program kerja mereka untuk diselaraskan dengan timeline program kerja yang akan kami buat sehingga nantinya tidak akan terjadi bentrokan jadwal kegiatan antara program kami dengan program kerja mereka. Selain itu juga, kami meminta disediakan tempat dan peralatan yang kami butuhkan seperti LCD, dan mic.

Penutup
Pada kegiatan praktikum minggu ketiga ini saya hanya melakukan kewajiban saya sebagai praktikan dilembaga dengan baik yaitu dengan melaksanakan amanat untuk pergi melakukan follow up ke kementerian mengenai surat edaran, menjadi perwakilan KerLip da;lam rapat koordinasi. Awalnya saya agak canggung dalam menjalankan tugas tersebut, karena sebleumnya saya tidak pernah melakukannya. Untuk kedepannya saya harap, kami (praktikan dari KESSOS UI, termasuk saya) dapat menjalankan tugas kami dengan baik dan konsisten dalam menjalankan amanat yang diberikan kepada kami dengan penuh tanggung jawab, sehingga apa yang kami lakukan di KerLip ini benar-benar dapat menjadi sesuatu yang bermanfaat dan semoga saya dapat segera merampungkan rancangan program akhir praktikum saya di lembaga, karena sampai saat ini saya belum menemukannya rencana aksi yang cocok dengan minat saya.



Tidak ada komentar: